fbpx
Berita Terbaru Indonesia

Sebagai Generasi Muda, Yuk Kenali 9 Fakta Menarik Wayang Kulit!

fakta menarik wayang kulit
Pagelaran Wayang Kulit. (Tirto)

Wayang merupakan salah satu kebudayaan Indonesia yang masih lestari hingga saat ini. Beberapa pagelaran masih diadakan di beberapa acara masyarakat seperti acara pernikahan, sedekah bumi, khitan, dan masih banyak lagi.

Hal ini tidak terlepas dari beberapa fakta menarik wayang kulit sebagai salah satu kebudayaan Indonesia. Bahkan kebudayaan Indonesia yang satu ini sudah diakui oleh UNESCO sebagai Warisan Mahakarya Dunia. Jadi bukan hal yang mengherankan lagi jika kamu menemukan pagelaran wayang kulit di beberapa dunia.

Meskipun wayang kulit masih lestari, namun beberapa generasi muda saat ini masih merasa belum mengenal wayang kulit secara mendalam. Apakah kamu penasaran dengan salah satu warisan mahakarya dunia ini? Apa saja fakta menarik wayang kulit?

Fakta Menarik Wayang Kulit

fakta menarik wayang kulit
Pertunjukan Wayang Kulit. (EduGoEdu)

Sebagai budaya asli Indonesia, wayang kulit tidak terlepas dari beberapa fakta menarik yang akan mencuri perhatianmu. Beberapa fakta menarik wayang kulit akan dikupas tuntas di bawah ini, loh.

1. Filosofi wayang kulit

Salah satu hal paling penting dari wayang kulit adalah filosofinya. Nenek moyang kita terdahulu sangat memperhatikan nilai filosofis dari setiap tindakan mereka. Hal tersebut juga diterapkan dalam nilai dan kebudayaan masyarakat.

Nilai filosofis juga tidak terlepas dari wayang kulit. Malah nilai filosofis inilah yang menjadi fakta menarik wayang kulit yang mengesankan. Namun, sebelum itu kamu harus memahami arti wayang terlebih dahulu.

Dalam Bahasa Jawa, wayang diartikan sebagai bayangan. Sedangkan dalam bahasa Inggris disebut dengan shadow puppet yang berarti boneka yang dapat menggambarkan karakter manusia dan dipertontonkan banyak orang dengan cara menyorot boneka dengan lampu minyak.

Dari pengertian tersebut, wayang kulit dianggap sebagai refleksi kehidupan. Filosofi wayang merupakan bagian dari kehidupan masyarakat Jawa. Pertarungan tidak pernah selesai antara kebaikan dan keburukan.

Baca Juga:  Ngeri! Nyawa Taruhannya! Ini Dia 10 Pekerjaan Paling Berbahaya Di Dunia!

2. Sejarah wayang kulit

Awal mula berkembangnya wayang kulit ada di lingkungan istana terutama masyarakat Jawa. Ada yang menganggap wayang sudah ada sejak 1500 tahun sebelum masehi yang lahir dari cendekia nenek moyang suku Jawa.

Di era itu, tampilan wayang masih sederhana. Wayang masih terbuat dari rumput yang diikat dan digunakan untuk ritual pemujaan roh saat upacara adat Jawa. Terdapat penemuan wayang kulit tertua yang diperkirakan dibuat pada abad ke-2 Masehi.

3. Diambil dari cerita kuno

Salah satu fakta menarik wayang kulit lainnya adalah musik pengiring dan cerita kuno yang digunakan. Wayang telah tumbuh dan berkembang di lingkungan istana atau keraton Jawa dan Bali. Kemudian mulai menyebar ke daerah lainnya seperti Madura, Kalimantan, dan Sumatra.

Pertunjukan wayang di daerah tersebut memiliki gaya pertunjukan dan musik yang sesuai dengan ciri khas daerah masing-masing. Namun semua wayang dari masing-masing daerah tersebut sama-sama dibuat dengan penuh kehati-hatian.

Kisah-kisah yang dimainkan dalam pagelaran wayang diambil dari kisah zaman Hindu Budha seperti Kisah Mahabarata dan Ramayana. Kedua kisah ini merupakan kisah yang paling populer di sepanjang jaman terutama di abad ke 10 – 15 Masehi.

4. Penyajian cerita

Penyajian cerita lakon wayang diulai dengan adegan gunungan, punakawan, lalu baru cerita utamanya. Cerita utamanya biasanya berisi cerita tentang raya yang bertahta di hadapan punggawa-punggawa.

Cerita wayang biasanya menceritakan perjalanan tokoh mulai dari masa kelahiran, masa dewasa, dan masa kematiannya. Beberapa lakon wayang banjaran misalnya adalah Arjuna, Bisma, Gatotkaca, dan Bima.

Dalam pagelaran wayang, cerita wayang mengangkat ajaran moral yang mengacu pada budi pekerti sebagai manusia dalam sebuah pertunjukan. Inilah yang membuat wayang seharusnya lebih banyak dipertunjukkan.

Baca Juga:  Profil Jerome Polin, Youtuber Muda yang Jago Matematika

5. Proses pembuatan yang unik dan rumit

Wayang kulit terbuat dari kulit kerbau yang berkualitas. Dalam pembuatan wayang kulit memang cukup rumit dan dibutuhkan keahlian tersendiri. Proses pembuatan wayang kulit dimulai dengan memilih bahan yang berkualitas, membuat pola, memotong, menatah, lalu mengecatnya.

Pengrajin wayang harus memiliki ketelitian yang baik supaya proses penatahan berjalan dengan baik. Apalagi proses penatahan membutuhkan waktu yang tidak singkat bahkan bisa hingga berhari-hari. Untuk pembuatan wayang berukuran besar seperti Werkudara dan Gunungan membutuhkan waktu lebih dari seminggu.

Proses pembuatan wayang kulit yang tidak mudah dan lama ini menyebabkan harga wayang dipatok mulai dari Rp300 ribu hingga Rp1,5 juta. Tentu saja, harga ini sudah sesuai dengan hasil dan keunikan wayang.

6. Memiliki banyak jenis

Masih banyak yang mengira jika wayang kulit hanya terdiri dari satu jenis saja, padahal wayang kulit terdiri dari beberapa jenis. Penasaran, bukan? Ada beberapa jenis wayang kulit yaitu wayang kulit Gagrag Jawa Timuran, wayang kulit Gagrag Yogyakarta, wayang kulit Banjar, wayang kulit Gagrag Banyumasan, dan wayang kulit Cirebon.

Semua jenis wayang kulit yang telah disebutkan di atas memiliki ciri khas dan keunikan masing-masing. Misalnya wayang kulit Gagrag Yogyakarta memiliki tokoh khas seperti Wisanggeni, Punokawan, dan Antasena.

7. Diiringi oleh dalang dan sinden

Pertunjukan wayang tidak hanya melibatkan wayang, namun juga ada dalang, sinden, dan alat musik tradisional yang turut memeriahkan pementasan. Dalang bertugas memainkan wayang kulit dan menjadi narator dialog.

Sinden bersama dengan musisi alat musik tradisional mengiringi pertunjukan wayang dengan lagu yang selaras. Biasanya sinden akan menyanyikan lagu di tengah-tengah adegan perwayangan.

Baca Juga:  10 Film yang Dibintangi Ari Irham, Ada Mencuri Raden Saleh

Jadi pertunjukan wayang kulit menjadi lebih menarik karena adanya kerja sama yang baik antar elemennya, mulai dari dalang, sinden, hingga penabuh musik. Inilah yang menjadi wayang kulit unik dan berbeda dengan pertunjukan seni lainnya.

8. Ditetapkan sebagai Warisan Mahakarya Dunia oleh UNESCO

Pada awal artikel ini sudah dijelaskan sedikit bahwa wayang kulit telah ditetapkan sebagai Warisan Mahakarya Dunia atau Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity oleh UNESCO di tahun 2003.

Selain itu, pemerintah juga menetapkan Hari Wayang jatuh pada tanggal 7 November setiap tahunnya. Tujuan pemerintah menetapkan Hari Wayang adalah supaya kesenian asli Indonesia ini tetap dikenal oleh generasi masa muda di tengah gempuran budaya dari negara lain.

9. Cerita dibagi menjadi tiga babak

Sama seperti cerita dalam sebuah novel yang dibagi menjadi awal, tengah, dan akhir. Pementasan wayang juga diceritakan dalam tiga babak. Menurut University of Michigan, pembagian plot dalam pementasan wayang bertujuan untuk membedakan adegan yang berlangsung.

Babak dalam cerita wayang kulit disebut dengan Pathet Nem, Pathet Sanga, dan Pathet Manyura. Pathet Nem merupakan adegan pembuka, akan ada pengenalan tokoh dan penyajian cerita yang memicu konflik.

Pathet Sanga menyajikan cerita tentang tokoh protagonis yang menyelesaikan konflik. Biasanya bagian ini akan diselingi dengan adegan komedi.

Pathet Manyura menjadi babak akhir dari cerita wayang kulit. Babak ini biasanya diisi dengan puncak konflik. Akan ada pertempuran besar antar tokoh protagonis dan antagonis. Cerita wayang akan ditutup dengan kemenangan dari pihak protagonis.

Nah, itulah fakta menarik wayang kulit yang perlu kamu ketahui sebagai kawula muda. Setelah membaca ulasan tentang fakta menarik wayang kulit ini, semoga kamu segera menonton pertunjukan wayang kulit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *