fbpx
Berita Terbaru Indonesia

Lima Film Indonesia Yang Sukses Mendunia

Foto : parapuan.com

Industri perfilman di Indonesia semakin hari semakin berkembang dan menunjukan sinarnya.  Sederet film Inonesia mencatatkan prestasinya bukan hanya dikancah nasional namun hingga kancah pefilman internasional. Berikut sederet film Indonesia yang sukses mendunia.

1. Marlina Si Pembunuh Empat Babak

 Film Indonesia yang sukses mendunia ialah film dengan judul Marlina Si Pembunuh Empat Babak: The Murderer in Four Acts atau Marlina Si Pembunuh Empat Babak ini rilis pada 16 November tahun 2017.  Film drama thiler Indonesia yang dibintangi oleh Ma rsha Timothy ini distributikan di 18 negara.  Cerita film yang ditulis oleh Mouly Surya dan Rama Adi dengan ide cerita dari Darin Nugroho ini menceritakan kisah Marliana (Marsha Timothy) yang hhidup ditanah sumba sendirian sejak suaminya meninggal. Marliana didatangi oleh segerombolan perampok yang datang kerumahnya untuk mengambil semua yang dimiliki marliana termasuk kehormataanya. Keesokan harinya dalam sebuah perjalanan demi mencari keadilan dan penebusan apa yang telah terjadi, Marlina membawa kepala dari bos perampok, Markus yang diperankan oleh Egi Fedly, yang telah marliana penggal tadi malam. Marlina pun bertemu  dengan Novi yang diperankan oleh Dea Panendra yang  sedang menunggu kelahiran bayinya. Film Marlina Si Pembunuh Empat Babak menjadi film pertama yang mendapatkan subsidi dari dua kementerian  yaitu Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Kebudayaan dan Pendidikan Prancis lewat Cinemas du Monde dan pusat sinema CNC, Institut Francais.

Prestasi yang dapat dibanggakan dari film ini ialah penanyangan film Marlina The Murderer in Four Acts ini ditampilkan terlebih dahulu di berbagai festival film internasional sebelum ditayangkan di Indonesia. Film ini diputar secara perdana di Directors Fortnight Festival Film Cannes pada tahun 2017. Selain Festival Film Cannes, Marlina The Murderer in Four Acts juga masuk seleksi dalam New Zealand International Film Festival dan Melbourne Film Festival serta Toronto International Film Festival.

Baca Juga:  5 Rekomendasi Drama Korea Fantasi di Paruh Pertama 2022, Tertarik Nonton?

Selain hal diatas ternyata film Marlina Si Pembunuh Empat Babak ini masih menyimpan banyak prestasi. Diantaranya ialah film Marlina Si Pembunuh Empat Babak ini masuk kedalam 9 acara penghargaan bergengsi didalam maupun luar negeri. Film Marlina Si Pembunuh Empat Babak ini masuk menjadi 34 nominasi dan memenangkan 19 nominasi dalam ajang penghargaan bergensi didalam maupun luar negeri.

2. Pengabdi Setan 

Pengabdi Setan  merupakan film horror terbaik sepanjang masa hal ini dikarena film Pengabdi Setan menduduki film horor terlaris pada tahun 2017. Film yang dirilis pada 28 September tahun 2017 ini merupakan film remake yang ditulis dan disutradarai langsung oleh Joko Anwar dari judul film yang sama pada tahun 1980 silam. Film yang dibintangi oleh Tara Basro yang memerankan tokoh Rini ini ditayangkan dibeberapa negara seperti Malaysia, Singapura dan Amerika Serikat dengan judul Satan’s Slaves. Film yang menceritakan sebuah keluarga Rini yang diperankan Tara Basro terikat perjanjian dengan setan. Mengisahkan perjalanan Rini untuk membongkar misteri kematian ibunya Mawarni Suwono yang diperankan oleh Ayu Laksmi. Dan mengisahkan perjalanan keluarga Rini yang beranggotakan ayah yang diperankan Bront Palarea, ibu dan tiga adik laki-lakinya yang bernama Tony yang diperankan oleh Endy Arfian, Bondy yang diperankan oleh Nasar Annuz dan Ian yang diperankan oleh Muhammad Ahdiyat.

Baca Juga:  15 Mitos yang Masih Dipercaya Masyarakat Indonesia

Dibalik seramnya film Pengabdi Setan ini ternyata menyimpan banyak prestasi yang dicapai dalam beberpa ajang penghargaan dalam maupun luar negeri. Film pengabdi setan ini berhasil masuk menjadi 28 nominasi dalam 5 ajang penghargaan dan memenangkan 19 penghargaan.

3. Sekala Niskala

Film Sekala Niskala diproduksi pada tahun 2018 oleh Fourcolours Films bersama Treewater Productions. Film yang bergenre drama ini ditulis dan disutradai langsung oleh Kamila Andini.  Sebelum rilis di Indonesia pada bulan Maret tahun 2018 ternyata film Sekala Niskala ini sudah lebih dulu diputar di Festival Film Internasional Busan dan Festival Film Internasional Toronto, serta Jogja-NETPAC Asian Film Festival loh. Fakta unik dalam film Sekala Niskala ini ialah merupakan film yang diperankan oleh actor kelahiran Bali. Tidak berhenti disitu ternyata film yang di produseri oleh Ifa Isfansyah ini menggunakan lokasi syuting dan Bahasa daerah Bali dalam setiap scenenya. Film ini menceritakan tentang dua saudara kembar ‘buncing’ (kembar perempuan dan laki – laki) yang menghadapi kehilangan. Film ini menceritakan ketika salah satu dari kembar tersebut menderita sakit serius dan perlahan kehilangan kesadaran, film ini menunjukkan betapa ikatan antara saudara kembar dalam memaknai sebuah proses kehilangan. Film yang digarap selama lima tahun ini ternyata mendapatkan dukungan organisasi seperti seperti Hubert Bals Fund, Asia Pacific Screen Awards Children’s Film Fund, Cinefondation La Residence, dan Doha Film Institute. Film Sekala Niskala ini merupakan film pertama Indonesia yang mendapatkan penghargaan bergensi di Berlinale. Selain itu juga film ini memenangkan 4 penghargaan lainna dengan kelas Internasional dan berhasil mengalahkan beberapa negara maju.

Baca Juga:  Sebagai Generasi Muda, Yuk Kenali 9 Fakta Menarik Wayang Kulit!

4.Yuni

Yuni merupakan proyek film yang disiapkan sejak tahun 2017 merupakan film pertama yang menggunakan Bahasa Jawa – Serang. Film yang menjadi debut Arawinda Kirana ini berhasil memasuki 11 ajang penghargaan bergengsi dengan menjadi 46 nominasi dan memenangkan 11 nominasi. Film Yuni merupakan salah satu dari 22 film yang mendapatkan suntikan dana dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia untuk promosi film sebesar Rp 1,5 miliar. Film yang disutradarai oleh Kamila Andini ini menceritakan seorang gadis yang memiliki prestasi akademis disekolahnya. Gadis yang Bernama Yuni yang diperankan Arawinda Kirana ini memiliki mimpi besar, yaitu untuk berkuliah setinggi – tingginya. Namun suatu hari yuni dilmar oleh seorang pria yang tidak ia kenal. Setelah menolak dua lamaran lelaki, tibalah lamaran yang ketiga dari seorang lelaki yang merupakan guru favorit disekolahnya. Namun hal tersebut merupakan mimpi buruknya, namun Yuni tidak bisa menolaknya karena mitos yang menghantuinya.

5.Seperti Rindu, Dendam Harus Dibayar

Seperti Rindu, Dendam Harus Dibayar merupakan film drama aksi yang disutradarai oleh Edwin merupakan film yang diadaptasi dari novel yang berjudul sama ditahun 2014. Flm ini menceritakan tokoh Ajo Kawir yang diperankan Marthino Lio memiliki Hasrat untuk bertarung. Hingga ajo berhadapan dengan seorang petarung perempuan bernama Iteung. Ajo babak belur ditangan iteung dan ia jatuh cinta pada wanita tersebut. Film yang di produksi oleh Palari Films berhasil meraih 6 penghargaan dalam ajang penghargaan bergengsi salah satunya dalam ajang Locarno International Film Festival 2021 di Swiss.

Response (1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *