fbpx
Berita Terbaru Indonesia

Sederet Fakta dan Berita Terkini Perang Rusia dan Ukraina Bikin Ngeri!

Exploded House in Borodyanka

Konflik yang terjadi antara Rusia dan Ukraina berlangsung hingga saat ini. Presiden Rusia Vladimir Putin memberikan woro-woro (pengumuman) agresi militer ke beberapa wilayah di Ukraina. Hal tersebut berakibat ratusan bahkan ribuan orang terluka dan meninggal dunia dari kedua belah pihak yang berperang.

Mau tau gak update terkini perang Rusia dan Ukraina? Yuk kita bahas sederet fakta dan berita terkini seputar perang Rusia dan Ukraina!

1. Awal Terjadinya Konflik

Hal yang perlu diketahui sebelum membahas tentang fakta perang Rusia dan Ukraina adalah sejarah awal antara Rusia dan Ukraina. Awal terjadinya konflik bermula ketika Perang Dunia 2 telah berakhir kedua kubu, yaitu Blok Poros yang dikomandoi oleh Jepang, Italia, dan Jerman kalah dengan Blok Sekutu yang dikomandoi oleh Amerika Serikat, Uni Soviet, dan Inggris.

Setelah Perang Dunia 2 berakhir, Amerika Serikat dan Uni Soviet saling berlomba-lomba untuk menjadi negara adidaya. Sampe akhirnya terjadi perang dingin antar dua negara adikuasa tersebut. Keduanya bersaing memperebutkan pengaruh di bidang ekonomi, politik, dan militer.

Akhirnya, Eropa terbelah menjadi dua blok, yaitu Blok Barat yang dipimpin oleh Amerika Serikat membuat aliansi pakta pertahanan bernama NATO atau North Atlantic Treaty Organization atau Organisasi Pakta Pertahanan Atlantik Utara dan Blok Timur yang dipimpin oleh Uni Soviet membuat aliansi pakta pertahanan bernama Pakta Warsawa.

Tahun 1991, Uni Soviet dilanda krisis ekonomi dan terpecah menjadi 15 negara dan Pakta Warsawa dibubarkan, Negara-negara pecahan Uni Soviet seperti Rusia, Ukraina, Kazakhstan, Tajikistan, Uzbekistan, dan lain-lain mendeklarasikan merdeka. Pada awalnya Rusia dan Ukraina hidup berdampingan dan damai. Lalu, gimana sih ceritanya kok Rusia dan Ukraina bisa bertikai?

2. Awal Mula Konflik Sejak 2013

Rusia dan Ukraina bersitegang mulai tahun akhir 2013, saat itu rakyat Ukraina berhasil melengserkan Presiden Ukraina Victor Yanukovych, karena terbukti antek Rusia. Akhirnya pada 2014 Rusia memutuskan untuk menganeksasi Semenanjung Krimea yang merupakan bagian dari Ukraina. Terjadilah peperangan antara Rusia, Ukraina, dan separatis Ukraina pro Rusia.

Akibatnya kurang lebih 14 ribu penduduk sipil dan tentara meninggal banyak bangunan yang porak poranda. Pihak Rusia dan Ukraina sepakat untuk mengambil jalan tengah menyelesaikan konflik melalui perjanjian damai Minsk. Akhirnya perang Rusia dan Ukraina berakhir pada akhir tahun 2014.

Baca Juga:  Memakan Ribuan Korban Jiwa Ini Dia 10 Bencana Terdahsyat di Dunia, Indonesia Salah Satunya!

3. Keinginan Ukraina Bergabung Dengan NATO

Walau telah terjadi kesepakatan damai melalui perjanjian damai Minsk, namun kondisi mulai tidak terkontrol sejak 2021. Saat itu Presiden Ukraina mendesak Presiden Amerika Serikat, Joe Biden supaya Ukraina ingin bergabung dengan NATO.

Hal tersebut membuat Presiden Rusia, Vladimir Putin murka dan mengerahkan sekitar 100 ribu tentara Rusia di dekat perbatasan Ukraina bersiaga tanpa penyerangan militer. Putin menganggap bahwa pengerahan 100 ribu tentara Rusia untuk antisipasi agar NATO tidak melancarkan pengaruh ke Eropa Timur. Putin menganggap jika Ukraina bergabung dengan NATO agar memihak ke Blok Barat.

Ketegangan semakin memanas ketika Ukraina menolak ajakan Rusia untuk bergabung dengan Uni Ekonomi Eurasia dan ngotot bergabung dengan NATO dan Uni Eropa untuk memperkuat ekonomi dan militer. Rusia menganggap bahwa NATO akan membangun pangkalan militer di perbatasan Rusia dan Ukraina dan memberi bantuan persenjataan kepada militer Ukraina.

Akhirnya Putin mendeklarasikan perang dengan Ukraina pada 24 Februari 2022 dan mengakui wilayah Luhansk dan Donetsk sebagai wilayah Rusia.

4. Serangan Rusia Berbagai Kota Di Ukraina

Pengumuman perang dari Vladimir Putin membuat Rusia melancarkan agresi militer ke berbagai kota di Ukraina. Tak cuma ibu kota Kyiv yang hancur, beberapa kota seperti Mariupol, Kramatorsk, Odessa, hingga kota perbatasan Kharkiv. Rumah penduduk, rumah sakit, sekolah, bandara, apartemen, pangkalan militer, dan lain-lain hancur lebur akibat agresi militer Rusia.

Rusia menggempur Ukraina lewat serangan darat, udara, dan laut menggunakan misil, roket, tank, jet-jet tempur. Ukraina membalas serangan Rusia hingga terjadi baku tembak yang sengit. Diperkirakan ada ratusan hingga ribuan yang meninggal baik pihak Rusia maupun Ukraina.

Baca Juga:  Ini Dia 7 Pekerjaan Aneh Didunia Yang Gajinya Selangit

5. Perlawanan Penduduk Sipil Ukraina

Tak tinggal diam negaranya digempur Rusia, penduduk sipil Ukraina angkat senjata ikut bertempur bersama tentara Ukraina.

Bahkan ada warga Ukraina yang meminta senjata kepada militer Ukraina sebagai pejuang garis depan. Saking nekadnya ada pula warga Ukraina yang melempar bom molotov ke arah tank Rusia. Mereka saling memberi semangat sembari menyanyikan lagu kebangsaan Ukraina.

6. Rusia Menderita Kerugian Tak Sedikit

Walau Ukraina babak belur habis-habisan akibat agresi militer Rusia, namun perlawanan tentara dan rakyat Ukraina membuat banyak tentara Rusia berjatuhan. Menurut berbagai sumber, ada lebih dari 5 ribu tentara Rusia yang meninggal serta peralatan militer Rusia banyak yang rusak, seperti jet-jet tempur, tank, drone, dan lain-lain.

Namun Rusia tidak transparan terhadap rakyatnya dengan mengatakan bahwa Rusia baik-baik saja. Padahal Rusia menderita kerugian perang yang tak sedikit.

7. Dunia Mengecam Tindakan Rusia

Akibat agresi militer Rusia pada Ukraina terjadi aksi kecaman pada negara-negara lainnya, seperti Amerika Serikat, Inggris, Jepang, Jerman, dan Uni Eropa yang teridir dari 27 negara anggota. PBB tak tinggal diam mengecam keras aksi Vladimir Putin pionir agresi militer Rusia ke Ukraina.

Dampak yang ditimbulkan adalah embargo produk teknologi dan perdagangan ke Rusia, seperti teknologi pembuatan senjata, kapal selam, truk, dan lain-lain. Bahkan Inggris menjatuhkan sanksi kepada bank terkenal Rusia, seperti Promsvyazbank.

Baca Juga:  8 Fakta Perjalanan Karier Kang Tae Oh, Pernah Debut Jadi Idol

Beberapa produk terkenal menghentikan layanan penjualan, seperti Apple, Visa, Mastercard, dan Netflix. Akibatnya banyak warga Rusia mengalami dampak negatif dari aksi protes tersebut. Bila hal tersebut berlangsung terus-menerus akan berdampak pada perekonomian Rusia.

8. Efek Perang Terhadap Dunia Termasuk Indonesia

Agresi militer Rusia ke Ukraina memberikan efek bagi dunia, termasuk Indonesia. Harga minyak dan gas yang melonjak hingga 105 USD membuat Indonesia harus mengeluarkan biaya besar untuk mengimpor minyak.

Sementara itu, terjadi fluktuasi nilai mata uang dunia tidak stabil hingga nilai Rupia melemah 0,37% per akhir Februari silam. Hal tersebut diakibatkan ancaman dikeluarkannya Rusia dari sistem pembayaran global, SWIFT, hingga terjadi penarikan dana dari Rusia.

Harga saham juga anjlok 2,04% yang mengganggu perdaganganekspor-impor Indonesia dan Rusia.

9. Negosiasi Sedang Berjalan Dan Diperjuangkan

Saat ini sedang berjalan negosiasi agar perang bisa berhenti. Dilansir dari CNN International pada 1 Maret 2022, bahwa perwakilan Rusia dan Ukraina telah bertemu di Belarusia, negara tetangga Rusia dan Ukraina.

Pada pertemuan itu, Ukraina menuntut Rusia untuk segera melakukan gencatan senjata dan menarik semua pasukan Rusia dari negaranya. Pada putaran pertama belum menunjukkan negosiasi perdamaian yang jelas. Mereka akan melanjutkan negosiasi putaran kedua.

Pada negosiasi pertama, Putin menyatakan dengan tegas memberi dua syarat agar dapat menarik mundur semua pasukannya dari Ukraina, yaitu menghapus pengaruh fasisme dan demiliterisasi.

Itulah sederet fakta perang Rusia dan Ukraina. Yuk kita berdoa agar perang Rusia dan Ukraina segera berakhir. Gimana nih tanggapannya bestie? Yuk sharing di kolom komentar!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *