fbpx
Berita Terbaru Indonesia

6 Bencana Alam Terparah di Indonesia

Indonesia merupakan negara yang kaya akan kekayaan alam dan melimpah akan hasil laut. Gak heran Indonesia dijuluki sebagai Zamrud Khatulistiwa. Mengingat lokasi Indonesia tampak seperti batu zamrud jika dilihat dari luar angkasa. Tahu gak sih bestie kalo ternyata Indonesia berada di antara lempeng Australia, Eurasia, dan Pasifik? Ya! Memang fakta berbicara seperti itu.

Indonesia juga termasuk dalam Cincin Api Pasifik atau Ring of Fire, dimana sebuah area terdapat gugusan gunung terbanyak di dunia. Hal ini yang berakibat sering terjadinya pergeseran lempeng bumi yang akhirnya membawa dampak berbagai bencana alam, seperti gempa bumi dan letusan gunung-gunung berapi di Indonesia.

Yuk kita bahas satu persatu ya bestie 6 bencana alam terdahsyat di Indonesia. Urutan terakhir bencana alam bikin manusia nyaris punah!

1. Letusan Gunung Tambora (1815)

Gunung Tambora berada di Pulau Sumbawa mengalami letusan dahsyat pada tahun 1815 dan mengeluarkan 120 juta ton belerang dioksida berjarak 4 kilometer ke atas langit.

Hingga akhirnya matahari terhalang abu vulkanik yang mengakibatkan musim dingin terus-menerus selama bertahun-tahun. Letusan dahsyat Gunung Tambora bahkan menimbulkan kaldera dengan diameter 7 km dan sedalam 1,1 km.

Berdasarkan pendapat para geografi dan seismologi, Gunung Tambora meletus pada 5 April 1815 adalah letusan gunung berapi paling dahsyat kedua di Indonesia dan terdahsyat di masa Hindia Belanda. Daratan Eropa dan Amerika sampai terkena dampak dari letusan Gunung Tambora mengalami musim dingin lebih panjang dan muncul salju di musim panas di Afrika Selatan dan Australia.

Letusan Gunung Tambora membawa dampak gak main-main lho. Diprediksi lebih dari 92.000 nyawa melayang akibat letusan Gunung Tambora. Letusan Gunung Tambora mengakibatkan tinggi Gunung Tambora yang semula 4.300 meter berkurang menjadi 2.772 meter.

Baca Juga:  Usia Rata-Rata Pernikahan dari 17 Negara di Dunia

Letusan dahsyat itu meluluhlantakkan peradaban yang ada di Tambora. Ada tiga kerajaan yang ada di sekitar Gunung Tambora, yaitu Tambora, Pekat, dan Sanggar. Luncuran awan panas yang tebal mengubur wilayah yang ada di sekitar gunung, termasuk kerajaan-kerajaan tersebut.

2. Letusan Gunung Krakatau (1883)

Selanjutnya ada Letusan Gunung Krakatau yang meletus pada 1883 berada perairan Selat Sunda yang menghubungkan antara Pulau Jawa dan Sumatera. Gunung Krakatau meletus tepatnya 26 Agustus 1883. Letusan Gunung Krakatau termasuk letusan gunung terkuat dalam sejarah dengan level 6 skala Volcanic Explosivity Index (VEI).

Saking dahsyatnya, letusan Gunung Krakatau hingga terdengar di Australia Tengah berjarak 3.300 kilometer dari lokasi letusan dan Pulau Rodriguez, kepulauan di Samudera Hindia berjarak 4.500 kilometer.

Seperti yang dimuat dalam buku Krakatoa The Day The World Exploded August 27 1883 (2003), tak kurang dari 90 kali tsunami akibat letusan Gunung Krakatau pada 250 tahun terakhir.

Letusan Guung Krakatau mengakibatkan tsunami setinggi 120 kaki yang menelan korban jiwa sebanyak 35.000 orang, 31.000 diantaranya terkena tsunami akibat guguran material menuju ke laut. Sebanyak 4.500 orang meninggal akibat aliran piroklastik yang menyapu pemukiman.

Letusan Gunung Krakatau mengalami beberapa fase, yaitu fase awal terjadi sejak 20 Mei sampai 11 Agustus, fase klimaks sejak 25 sampai 26 Agustus dan fase akhir pada 27 Agustus. Pada 28 Agustus 1883, Krakatau berhenti meletus. Tetapi, kembali muncul letusan kecil hingga Oktober.

3. Gempa dan Tsunami Aceh (2004)

Selanjutanya ada bencana gempa bumi yang disusul tsunami setinggi 30 meter terjadi di Aceh pada 26 Desember 2004.

Baca Juga:  8 Film Caitlin Halderman yang Patut untuk Ditonton, Salah Satunya Ivanna

Gempa berkekuatan 9,3 Mw (Magnitudo Moment) terjadi di dasar Samudera Hindia disebabkan oleh gesekan antar lempeng bumi di bawah Pulau Sumatera yang masih termasuk wilayah Provinsi Aceh. Menurut ahli sebagai gempa bumi terjadi di Aceh merupakan gempa terbesar ke-5 yang ada sepanjang sejarah.

Dilansir dari berbagai sumber, jumlah korban gempa dan tsunami Aceh mencapai 230.000 jiwa dan setidaknya 500.000 korban selamat kehilangan tempat tinggal.

Pakar Geologi University of Colorado, Roger Bilham menyebut gempa yang terjadi di Aceh melepaskan energi setara dengan 100 gigaton. Gempa yang berpusat di Samudera Hindia mengakibatkan terjadinya retakan besar di dasar laut bumi yang pernah diamati, hampir 800 mil yang setara dengan perjalanan Los Angeles, California ke Portland, Oregon.

4. Gempa Yogyakarta (2006)

Berikutnya ada gempa bumi yang mengguncang Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah pada 27 Mei 2006. Gempa berkekuatan 5,9 skala Richter. United States Geological Survey melaporkan gempa terjadi dengan kekuatan 6,2 skala Richter. Gempa tersebut diakibatkan oleh terjadinya antara lempeng Indo-Australia dan lempeng Eurasia berjarak 150 KM hingga 180 KM selatan garis pantai Pulau Jawa.

Gempa juga dirasakan hingga Solo, Boyolali, Semarang, Purworejo, Kebumen , dan Banyumas. Bahkan hingga dirasakan beberapa kota di Jawa Timur, seperti Ngawi, Madiun, Kediri, Trenggalek, Ponorogo, Magetan, Pacitan, dan Surabaya.

Akibat dari gempa tersebut, banyak korban jiwa dan bangunan yang runtuh rata dengan tanah, terutama daerah Bantul, Yogyakarta. Dilaporkan jumlah korban yang meninggal di derah Bantul sebanyak 4.143 orang dengan ribuan rumah yang hancur.

Korban gempa wilayah DI Yogyakarta dan Jawa Tengah bagian selatan dilaporkan lebih dari 5.782 orang meninggal dunia, 26.299 orang luka berat dan ringan. Setidaknya 390.077 rumah runtuh akibat gempa tersebut.

Baca Juga:  7 Fakta Menarik Desta, Lahir di Surakarta sampai Bergelar Orang Sakti

5. Bencana Gempa dan Tsunami Palu (2018)

Selanjutnya bencana gempa bumi yang disusul tsunami yang mengguncang Kota Palu dan Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah pada 28 September 2018. Gempa tersebut berkekuatan 7,4 Mw.

Gempa dirasakan di Kabupaten Donggala, Kota Palu, Kabupaten Parigi Moutong, Kabupaten Sigi, Kabupaten Poso, Kabupaten Tolitoli, Kabupaten Mamuju, Kota Samarinda, Kota Balikpapan, dan Kota Makassar.

Terjadi kenaikan dan penurunan muka tanah bernama likuifaksi di Kelurahan Petobo dan Perumnas Balaroa di Kota Palu. Kurang lebih 744 rumah terbawa dan tertimbun tanah berubah menjadi lumpur hitam dengan ketinggian hingga 3-5 meter di Kelurahan Petobo serta 1.747 rumah di Perumnas Balaroa.

Korban meninggal gempa mencapai 2.045 orang terbanyak di Kota Palu sebanyak 1.636 orang dan disusuk Sigi terakhir Parigi Moutong.

6. Letusan Gunung Toba

Di urutan terakhir ada letusan Gunung Toba yang terjadi 75.000 tahun yang lalu. Bahkan letusan gunung ini boleh dikatakan paling dahsyat dalam 2 juta tahun terakhir. Bagaimana tidak, letusan Gunung Toba meimiliki kekuatan 100 kali lebih ganas dibandingkan dengan letusan Gunung Tambora.

Dampak yang terjadi dari letusan tersebut adalah musim dingin yang berkepanjangan. Bencana alam menyebabkan manusia kala itu nyaris musnah dan hanya puluhan ribu yang tertahan.

Itulah 6 bencana terdahsyat di Indonesia. Masih banyak lagi bencana alam di Indonesia yang tidak cukup disebutkan satu persatu. Gimana menurut bestie soal bencana alam terdahsyat di Indonesia. Langsung share aja di kolom komentar!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *